|
|||
Friday, September 22, 2006Apa Arti Sukses Bagi Saya???Kemaren-kemaren saya melihat-lihat (scanning) buku “Winnie The Pooh on Success” edisi terjemahan, dan saya membaca cara-cara (hows) winnie, sang beruang, dalam mencapai suksesnya. Mungkin hal yang saya baca tadi bukan merupakan hal yang asing bagi otak saya, namun selama ini hal-hal tersebut tidak pernah bisa saya capai dan definisikan dengan baik. Hal-hal tersebut antara lain, pada cara pertama, Winnie bilang bahwa kita harus mendefinisikan arti sukses bagi kita sendiri. Pilihlah salah satu mimpi kita dengan hati-hati karena kita akan mencapainya. Arti sukses bagi setiap orang pasti akan berbeda-beda, namun itu semua berawal dari mimpi-mimpi orang yang bersangkutan. Oke, memang saya mempunyai mimpi juga, namun untuk memilih mimpi mana yang akan saya capai saya pasti kebingungan. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang menyerang di otak saya seperti apakah benar itu hal yang sungguh-sungguh kamu inginkan? Dan saya pun menjadi tidak yakin akan mimpi saya itu. Saya menjadi ragu, bisakah saya mencapainya?. Namun, kenapa kita harus memilih mimpi yang mana yang akan kita capai?. Salahkah jika kita memilih semua mimpi-mimpi kita dan berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya?. Mmmmm….. salah mungkin tidak, namun kita tetap harus punya prioritas agar mimpi-mimpi kita dapat tercapai secara sangkil dan mangkus. Kalau terlalu banyak mimpi yang sama-sama kita mengerahkan tenaga kita untuk mencapainya, mungkin pada akhirnya kita tidak akan mencapainya sama sekali. Analoginya mungkin seperti kaca pembesar yang sering kita main-mainkan saat duduk di bangku sekolah dasar dulu. Kaca pembesar tersebut dapat membakar kertas karena dapat meng-konvergenkan sinar dan panas matahari kepada satu titik tertentu. Analogi yang mudah dimengerti bukan?....Bukan….! Kembali ke Buku Winnie the Pooh tadi, setelah cara pertama kita memilih mimpi kita, cara yang kedua adalah membuat mimpi itu menjadi sasaran yang lebih konkret. Misal katanya kalau kita ingin menjadi kaya, kita bisa membuatnya jadi konkret dengan membuat mimpi itu menjadi saya harus berpenghasilan 50 juta per bulannya. Wow…tampak mustahil yah. Namun tidak ada yang mustahil di dunia ini, seperti Agen Mullder dan Scully selalu bilang kalau “the truth is out there”. Nyambung bukan?...bukan…! Ternyata masalah kedua timbul, bagaimana mimpi saya bisa jadi konkret kalau mimpinya pun belum ada?. Tapi bukan merupakan hal yang mudah pula, membuat sebuah mimpi menjadi lebih konkret (kalau misalkan saya sudah memilih mimpi saya). Lagi-lagi ini bukan merupakan sesuatu yang baru bagi saya, namun sampai sekarang saya belum bisa merealisasikannya. Menyebalkan bukan? …bukan!. Sedangkan ada orang bijak yang bilang bahwa orang yang tahu dengan persis apa yang akan dilakukannya di masa depan, akan menjadi lebih sukses dan kaya dibandingkan orang yang tidak tahu apa yang akan dilakukannya di masa depan. Jadi kira-kira, bagaimana solusinya? Ayo, kita cari dengan giat dan gigih… dan semangat ’45 pun menyeruak memenuhi rongga dadaku. Cicalengka, 20 Agustus 2006. Selamat Datang RamadhanHanya dalam hitungan hari, Ramadhan akan datang. Ramadhan yang kesekian kalinya akan saya jalani. Bulan dimana sebenarnya banyak kesempatan dan peluang bagi saya untuk meningkatkan amal ibadah dan mendapatkan pahala yang banyak. Namun bulan dimana saya juga sering melalaikan kesempatan-kesempatan tersebut. Saya mengetahui benar akan kemuliaan Bulan Ramadhan, namun perilaku dan tindak-tanduk saya selama Bulan Ramadhan terakhir kali seolah-olah masih banyak kesempatan bagi saya untuk beribadah pada Bulan Ramadhan yang selanjutnya. Tidak ada bedanya frekuensi saya beribadah saat sebelum Ramadhan dengan saat Ramadhan tiba. Saya masih suka membicarakan orang lain baik itu sisi baik orang yang saya bicarakan, dan tidak sedikit juga saya menggunjingkan sisi buruk atau aib seseorang. Waktu saya habis oleh kegiatan-kegiatan yang bahkan saya pun tidak yakin manfaatnya bagi saya. Kalau pun saya tidak sedang sibuk, waktu saya habiskan dengan tidur dan tidur. Ok, memang tidak jadi masalah apakah saya mau tidur terus atau melakukan sesuatu, tapi saat itu Dan saat ini, Alhamdulillah saya mendekati kembali dan akan merasakan Bulan Ramadhan jika umur saya masih dicukupkan. Bagaimana jika Ramadhan ini adalah ramadhan terakhir saya di dunia ini? Apa yang akan saya lakukan jika hal tersebut memang benar adanya? Apakah saya masih mau melalaikan kesempatan-kesempatan seperti Ramadhan sebelumnnya?. Jika pertanyaan ini dilontarkan kepada orang paling bego sedunia pun, pasti dia akan menjawab: Tidak!. Berhubung saya bukan orang paling bego sedunia, setidaknya menurut saya sendiri, maka saya pun akan berkata Tidak untuk pertanyaan tadi. Lalu apa yang akan saya lakukan?. Saya akan berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan setiap detik dalam Bulan Ramadhan ini untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Yup, itulah pernyataan visi saya untuk jangka pendek ini, yaitu saat Bulan Ramadhan yang akan datang. Namun, pernyataan visi saja tidak cukup. Saya harus mempunyai misi atau target-target tertentu yang harus saya laksanakan untuk memenuhi komitmen saya akan visi yang saya nyatakan. Target-target ini harus rasional dengan kemampuan saya, baik dari segi fisik maupun waktu yang tersedia. Mungkin saya bisa mengevaluasi kembali penggunaan waktu saya akhir-akhir ini, dan melihat bagian mana dari waktu saya yang sia-sia dan terbuang percuma. Waktu-waktu tersebut akan saya isi dengan kegiatan yang mendatangkan pahala. Mungkin juga saya akan mengurangi kegiatan saya di luar rumah sehingga saya bisa fokus mengejar target-target yang telah saya tetapkan. Mesti direnungkan juga, apa sebenarnya makna Ramadhan kali ini bagi saya?. Jangan sampai, saya hanya mengejar target-target yang telah ditetapkan, namun saya tidak mendapatkan jiwanya. Semua hal yang Allah perintahkan kepada manusia, pasti mengandung hikmah dan makna yang dalam untuk kehidupannya di dunia dan sebagai bekal untuk nanti di akhirat. Saya harus bisa menangkap apa makna dari semua ibadah yang saya jalankan. Untuk apa semua itu saya laksanakan?. Bukan hanya untuk menunaikan kewajiban belaka, namun saya harus sampai pada titik dimana saya melakukan ibadah-ibadah adalah karena saya membutuhkannya. Amal ibadah yang saya lakukan bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk saya sendiri. Dan saya berharap, terjadi perubahan pada diri saya saat Orientasi Diri ini saya lewati. Saya memasuki Bulan syawal dalam keadaan saya benar-benar kembali fitrah. Keadaan dimana saya telah hijrah dari saya yang sering melakukan dosa dan melalaikan segala perintah-Nya menjadi saya yang lebih baik apapun standarnya. Amien. Amien Ya Rabbal ‘Alamin. Ok, sekarang saatnya saya menetapkan target-target saya untuk Bulan Ramadhan ini. Semangat Bung!!! Thursday, February 02, 2006puisi bagus...!
baru dapet link ke alamat web sastra koran dari dara manis nan lucu (lucu dalam artian kaya pelawak...) nona Laras Ajeng Pitayu, temen seperjuanganku di kampus perjuangan. thanks non....
dan kemudian, kutemukan sebuah puisi karya A. Mustofa Bisri - seorang penyair, kyai, sastrawan, budayawan Indonesia ternama. dan puisi ini.... BAGUS!!!!, KEREN!!!, 'HHHH...' (speechless). CINTAMU bukankah aku sudah mengatakan kepadamu kemarilah rengkuh aku dengan sepenuh jiwamu datanglah aku kan berlari menyambutmu tapi kau terus sibuk dengan dirimu kalaupun datang kau hanya menciumi pintu rumahku tanpa meski sekedar melongokku kau hanya membayangkan dan menggambarkan diriku lalu kau rayu aku dari kejauhan kau merayu dan memujaku bukan untuk mendapatkan cintaku tapi sekedar memuaskan egomu kau memarahi mereka yang berusaha mendekatiku seolah-olah aku sudah menjadi kekasihmu apakah karena kau cemburu buta atau takut mereka lebih tulus mencintaiku? pulanglah ke dirimu aku tak kemana-mana 2005 Tuesday, January 03, 2006halo...!!! ada orang ga seeh..???
"halo...!!!"
"ada orang ngga di sini.....?" *suara tersebut menggema di ruangan ini* "yuhuuuu....!!!!" "spada...!" *tetap tidak sanggahan dari seberang sana* "???" "..." "..." ... ... wah, kayanya blog ini udah ditinggalin ama penghuninya deh... himpunan- 14.10 Tuesday, October 11, 2005kenapa ya?
kenapa yah akhir-khir ini klo siang hari sekitar jam 12, perut gua rasanya lapaaaaaar banged?
... ... ... "..." "kenapa?" -ada yang bisa jawab?- alah...alah..alah, nyesel gua!
nyesel banget gua. tanggal 7 ampe 11 september kemaren, gua ga datang ke pameran desain grafis terbesar yang pernah dilaksanakan di indonesia. lebih dari 100 karya desainer grafis terkemuka baik dari dalam maupun luar negeri yang dipamerkan pada acara ini. ada juga acara workshop tentang desain. ada acara gathering desainer-desainer grafis indonesia. wah kayanya seru tuh. dan sungguh sial, gua ga bisa datang soalnya acara tadi dilaksanain di jakarta. gua cuman bisa gigit jari doang. semuanya gara-gara gua harus kuliah, praktikum, bikin laporan dan semua rutinitas2 yang sebenarnya bukan gua banget. nyesel banget emang. mudah2an acara taun depan gua bisa ikutan. harus!!!
hhhmmmmm....
udah lama ga posting...
kemana aja? mmmm, kemana ya? disorientasi arah nih... gawat emang! lagi dalam masa perbaikan nih... mudah-mudahan cepet selese. Amien. |
shoutbox
archives
linkfriendsreference | ||